How to change logo blogger with his own image
How to change logo blogger with his own image
- please login to your blogger
- go to menu design
- then go to Menu principal
- Upload a photo uploader for free on the web providers, such as http://photobucket.com/
- Back to the blog and search code /..< title > <data:blog.pageTitle/> </ title> <b:skin> <! [CDATA [
6. Copy faste following code between the code above right <link href='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLBMRJ14PA4GseP3cGaQaxZTsntqbt6W0I5d3P7E9iYBP6UHNPi5Idc-Xg9q_0WGTxtNIx1QggfwXiM2HiSD6C1KFPVvKdtZCMeDix3MEg1iXD2Zjd0NVCSS6CIEHysVmWwruHA17pwP0/s800/bendera%20indonesia.gif' rel='shortcut icon'/>
writing bold and blue above is the address of the image file that you had already uploud, replace with your image code.
Save Template (Save).
Jumat, 20 Mei 2011
Bagaimana mengubah logo blogger dengan gambar sendiri
install google earth on Ubuntu 11.4 Natty
install google earth on Ubuntu 11.4 Natty
* Choose to download deb package for Debian/Ubuntu from the official site. (choose 32bit) here
* Make sure you have installed Ubuntu-core LSB (you can install it through synaptic)
* follow this source $ sudo dpkg -i google-earth-stable_current_i386*.deb
*after finish next $ sudo apt-get install ttf-mscorefonts-installer
OK I THINKS THAT ALL... GOOG LUCK
by http://omgoogle-omgoogle.blogspot.com
* Choose to download deb package for Debian/Ubuntu from the official site. (choose 32bit) here
* Make sure you have installed Ubuntu-core LSB (you can install it through synaptic)
* follow this source $ sudo dpkg -i google-earth-stable_current_i386*.deb
*after finish next $ sudo apt-get install ttf-mscorefonts-installer
OK I THINKS THAT ALL... GOOG LUCK
by http://omgoogle-omgoogle.blogspot.com
Minggu, 10 April 2011
Merubah dan Menghapus Password Windows by Backtrack 4 r2
Salam Daeng..
Pertama-tama silahkan Masukkan Cd Backtrack live CD
Setalah Login sebagai Root
Buka Terminal / Konsole
peritah :
RootBalanda$ cd /pentest/passwords/chntpw
RootBalanda$ ./chntpw -l /media/disk/Windows/System32/config/SAM
(akan menampilkan user ada pada Windows)
RootBalanda$ ./chntpw -l /media/disk/Windows/System32/config/SAM -u nama_user (yang ada pada windows)
Silahkan anda memilih salah satu perintah..
jika ingin menghapus langsung.. pilih perintah no.1
tetapi jika ingin mengedit.. pilih perintah no.2
silahkan mencoba..
Jika Saudara/i kurang mngerti silahkan kirim message ke email sy yang di bawah.. Insya Allah qta bisa sharing secara OL by YM atw semacamnya..
by Taurungka
email : taurungka@gmail.com
Putragazkin@yahoo.com
Pertama-tama silahkan Masukkan Cd Backtrack live CD
Setalah Login sebagai Root
Buka Terminal / Konsole
peritah :
RootBalanda$ cd /pentest/passwords/chntpw
RootBalanda$ ./chntpw -l /media/disk/Windows/System32/config/SAM
(akan menampilkan user ada pada Windows)
RootBalanda$ ./chntpw -l /media/disk/Windows/System32/config/SAM -u nama_user (yang ada pada windows)
Silahkan anda memilih salah satu perintah..
jika ingin menghapus langsung.. pilih perintah no.1
tetapi jika ingin mengedit.. pilih perintah no.2
silahkan mencoba..
Jika Saudara/i kurang mngerti silahkan kirim message ke email sy yang di bawah.. Insya Allah qta bisa sharing secara OL by YM atw semacamnya..
by Taurungka
email : taurungka@gmail.com
Putragazkin@yahoo.com
Sabtu, 01 Januari 2011
Merubah User biasa menjadi Root Versi Aq ^_^ pd konsole
Sebelumnya qta harus tau perbedaan antar user biasa yg perintahnya di awalai dgn (sudo)
dan root..
s u d o
Sifatnya non permanen, artinya selang waktu tertentu akan diminta memasukan passwordnya kembali. Dengan kata lain sudo adalah perintah yang memungkinkan seorang user mengakses suatu aplikasi / perkerjaan tertentu yang sudah diijinkan oleh root.
s e d a n g k a n
r o o t
atau super user adalah perintah untuk login sebagai superuser, hati-hati dengan su - karena sekali anda login anda sudah beralih identitas menjadi root yang dapt melakukan apa saja bahkan menghapus sistem yang ada. Oleh karena itu sebenernya perintah sudo lebih aman dibandingkan dengan su - jika anda masih awam untuk menggunakan su -. seperti aq ini .. hehehhehe
Perintah utuk mengubah user bisa menjadi root
~$ sudo su
[sudo] password for .. : " masukkan password anda "
maka anda tampil
root@..:
nagh nda telah berubah menjadi super user ... asyikee...
dan root..
s u d o
Sifatnya non permanen, artinya selang waktu tertentu akan diminta memasukan passwordnya kembali. Dengan kata lain sudo adalah perintah yang memungkinkan seorang user mengakses suatu aplikasi / perkerjaan tertentu yang sudah diijinkan oleh root.
s e d a n g k a n
r o o t
atau super user adalah perintah untuk login sebagai superuser, hati-hati dengan su - karena sekali anda login anda sudah beralih identitas menjadi root yang dapt melakukan apa saja bahkan menghapus sistem yang ada. Oleh karena itu sebenernya perintah sudo lebih aman dibandingkan dengan su - jika anda masih awam untuk menggunakan su -. seperti aq ini .. hehehhehe
Perintah utuk mengubah user bisa menjadi root
~$ sudo su
[sudo] password for .. : " masukkan password anda "
maka anda tampil
root@..:
nagh nda telah berubah menjadi super user ... asyikee...
Install Xampp di Linux Ubuntu 10.10
Alhamdulillah mungkin inilah kata yg paling tepat ntuk q katakan sbgai rasa syukurq..
setelah 2 hari searching.. hhuufffttt akhirx terselesaikan jg rasa pnasaran ini hehhehe
jadi curhat..
langsung aja nich..
1. download xampp di http://www.apachefriends.org/download.php?xampp-linux-1.7.tar.gz
2. setelah itu ekstrak file dgn perintah tar -xvf xampp-linux-1.7.tar.gz -C /opt
maka secara otomatis akan mengkstrak xampp ke folder /opt dimana xampp bisa di jalankan..
3. setelah file terekstrak lanjutkan dengan perintah
/opt/lampp/lampp start
jika terjadi proses :
Starting XAMPP for Linux 1.7...
XAMPP: Starting Apache with SSL (and PHP5)...
XAMPP: Starting MySQL...
XAMPP: Starting ProFTPD...
XAMPP for Linux started.
berarti xampp anda berhasil d jalankan.. :) suit suit.. :)
4. untuk berhenti gunakan perintah
/opt/lampp/lampp stop
Ups jika anda loginx sebagai user biasa.. cukup menambahkan perintah SUDO di depan perintahx
contah sudo /opt/lampp/lampp start
Ok selamat mencoba.. semoga membantu ^_^
setelah 2 hari searching.. hhuufffttt akhirx terselesaikan jg rasa pnasaran ini hehhehe
jadi curhat..
langsung aja nich..
1. download xampp di http://www.apachefriends.org/download.php?xampp-linux-1.7.tar.gz
2. setelah itu ekstrak file dgn perintah tar -xvf xampp-linux-1.7.tar.gz -C /opt
maka secara otomatis akan mengkstrak xampp ke folder /opt dimana xampp bisa di jalankan..
3. setelah file terekstrak lanjutkan dengan perintah
/opt/lampp/lampp start
jika terjadi proses :
Starting XAMPP for Linux 1.7...
XAMPP: Starting Apache with SSL (and PHP5)...
XAMPP: Starting MySQL...
XAMPP: Starting ProFTPD...
XAMPP for Linux started.
berarti xampp anda berhasil d jalankan.. :) suit suit.. :)
4. untuk berhenti gunakan perintah
/opt/lampp/lampp stop
Ups jika anda loginx sebagai user biasa.. cukup menambahkan perintah SUDO di depan perintahx
contah sudo /opt/lampp/lampp start
Ok selamat mencoba.. semoga membantu ^_^
Kamis, 30 Desember 2010
Tahun baru itu ntuk
Pergantian tahun merupakan awal dari sebuah waktu yang baru..
dimana baxak org yang menganggap bahwa inilah saatx perubahan ntuk jadi lebih baik..
hehhehehe mav aq ngomong ngaurrr ..
soalx yg ingin q sampaikan saat ini ialah bisikan kecil dari hatiq..
yang berkata """~~~"""
~~~~~~~~~ Sbenarx Indahx Melewati p'gantian Tahun itu bukan krn tempatx.. Melainkan dengan sypa qta bersama saat itu.. "Family.. all Friends and with special someone " ^_^
Saat ini Q jauh dari semua itu..
tp Q tdk b'kecil hati krn q yakin..
Saat ini mereka jg sedang mengingatq..
sperti aq yg saat ini merindukan mereka..
Mungkin ntuk sebagian org banyak yang ingin..
Melawati mlm p'gantian tahun di tempat skarg q berada tp aq sendiri tidak..
Bukanx Q tidak b'syukur tp memang Hal sperti itulah yg saat ini Q Harapkan. Indahna Kebersamaan
Happpy NEw Year 2011
salam Indahna Kebersamaan
dimana baxak org yang menganggap bahwa inilah saatx perubahan ntuk jadi lebih baik..
hehhehehe mav aq ngomong ngaurrr ..
soalx yg ingin q sampaikan saat ini ialah bisikan kecil dari hatiq..
yang berkata """~~~"""
~~~~~~~~~ Sbenarx Indahx Melewati p'gantian Tahun itu bukan krn tempatx.. Melainkan dengan sypa qta bersama saat itu.. "Family.. all Friends and with special someone " ^_^
Saat ini Q jauh dari semua itu..
tp Q tdk b'kecil hati krn q yakin..
Saat ini mereka jg sedang mengingatq..
sperti aq yg saat ini merindukan mereka..
Mungkin ntuk sebagian org banyak yang ingin..
Melawati mlm p'gantian tahun di tempat skarg q berada tp aq sendiri tidak..
Bukanx Q tidak b'syukur tp memang Hal sperti itulah yg saat ini Q Harapkan. Indahna Kebersamaan
Happpy NEw Year 2011
salam Indahna Kebersamaan
Rabu, 29 Desember 2010
Kisah "Perahu Nabi Nuh" di Lampulo
Liputan6.com, Banda Aceh: Pagi itu, becak motor yang membawa dua penumpang melaju santai di ruas jalan menuju tempat pendaratan ikan Lampulo, Kota Banda Aceh, Nanggroe Aveh Darussalam. Di sisi kiri jalan, puluhan unit kapal ikan bersandar di dermaga kayu pinggir Sungai (Krueng) Aceh yang airnya bewarna kecoklat-coklatan.
Beberapa nelayan yang bertelanjang dada asyik merajut jaring di atas kapal. Tidak ada aktivitas kapal berlayar di Krueng Aceh pada Ahad, 26 Desember 2010.
"Pak, kenapa tidak ada boat berlayar pagi ini, lazimnya aktivitas nelayan yang pulang atau pergi melaut untuk menangkap ikan pada pagi hari seperti di daerah lain," tanya penumpang becak motor yang mengaku dari Jakarta dan tengah mengisi liburan akhir tahun di Banda Aceh.
"Hari ini, para nelayan seluruh Aceh tidak melaut untuk mengenang kembali peristiwa tsunami enam tahun silam," kata Usman, pengemudi becak motor itu.
Mata wisatawan itu tertuju pada sebuah rumah yang di atasnya terdapat seunit perahu tidak beda dengan boat-boat yang bersandar di TPI Lampulo tersebut. "Kapal nelayan yang ada di atas rumah warga itu merupakan salah satu bukti tsunami dan orang-orang menyebutnya sebagai `perahu Nabi Nuh` yang terhempas gelombang laut enam tahun silam," kata Usman.
Saksi enam tahun lalu menyebutkan, 59 warga di atas kapal ikan nelayan yang terhempas ke daratan terselamatkan saat tsunami, 26 Desember 2004. Dan kisah para korban tsunami itu tertuang dalam sebuah buku saku yang ditulis oleh 10 dari 59 orang yang menjadi penumpang perahu nelayan tersebut, enam tahun silam. Buku saku itu berjudul Mereka Bersaksi.
Abasiah, salah seorang korban selamat, mengisahkan, saat tsunami menjangkau permukimannya di Lampulo dengan ketinggian lebih dari satu meter, tiba-tiba perahu nelayan itu muncul di hadapannya. "Waktu itu, kami sekeluarga yang masih berada di dalam rumah langsung ke luar, dan tanpa pikir panjang memanjat kapal yang sudah berada di hadapan kami," katanya.
Karena air laut yang mencapai daratan terus meninggi, sebagian warga keluar melalui atas rumah untuk mencapai kapal nelayan itu. "Itu kapal bersejarah dan telah banyak warga terselamatkan dari tsunami," kata Abasiah.
Abasiah, warga Lampulo yang rumahnya berdekatan dengan TPI itu menceritakan awal "perahu Nabi Nuh" tersebut bertengger di atas atap rumah permanen miliknya. "Awalnya, saya mengira perahu itu sengaja didatangkan untuk menyelamatkan orang-orang dari amukan air laut menerjang permukiman penduduk," katanya.
Di dalam rumah permanen yang kini masih bersemayam "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah tidak sendiri ketika tsunami sebab ada anak-anaknya yaitu Agin, Ghazi, Thoriq, Zalfa, dan seorang putri angkatnya, Yanti.
"Dari jendela lantai atas, saya melihat banyak boat ikan yang hanyut di depan rumah dengan kecepatan tinggi, seperti mobil-mobilan yang ditarik mundur lalu dilepaskan," ujar Abasiah.
Abasiah mengisahkan, saat itu mereka yang berada di lantai dua bangunan rumahnya, terus berdoa dan berzikir seraya saling meminta maaf karena "akan berakhirnya sebuah kehidupan". "Waktu itu tidak ada tangis, tapi wajah-wajah ketakutan sambil terus berdoa dan berzikir berharap hanya ada pertolongan dari Allah, jika memang kami masih diberi kesempatan untuk hidup," katanya.
Setelah semuanya berada di atas "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah dan orang-orang lainnya terus mengaji, berdoa, berzikir kepada Allah, selain menyaksikan kehancuran akibat diamuk tsunami, 26 Desember 2004. "Kami melihat kapal cepat yang membawa penumpang Pulau Sabang-Banda Aceh tidak bisa berlabuh dan helikopter terbang di atas," katanya.
Saksi peristiwa tsunami lain, Samsuddin Mahmud, mengaku bahwa ia dan beberapa orang tetangga merupakan rombongan pertama yang naik ke atas "perahu Nabi Nuh" itu. "Awalnya kami mengira bahwa perahu ini sengaja didatangkan oleh `malaikat` untuk menyelamatkan orang-orang," kisahnya.
Sebelum menaiki perahu itu, Samsuddin yang sudah berada di lantai dua rumah tetangganya mengaku ketinggian di lantai tersebut lebih satu meter dan bewarna hitam pekat. "Ketika saya sudah berada di lantai dua rumah milik tetangga, air sudah sebahu. Kemudian, tiba-tiba terlihat perahu itu dan kami langsung berebut menaikinya," katanya.
Kisah korban selamat lainnya, Erlina Mariana Rosada Sari, mengisahkan bahwa sewaktu dalam boat tersebut, sempat gelombang laut silih berganti menerjang daratan dan dalam waktu bersamaan guncangan gempa masih terasa. "Orang-orang di dalam perahu ini terus mengumandangkan azan dan berdoa. Hanya doa dan zikir yang bisa kami lakukan saat tsunami itu," katanya.
Erlina menyatakan, dari atas perahu itu menyaksikan rumahnya luluh-lantak dan daratan tanpa bekas karena sudah dipenuhi air keruh. Ibarat hamparan lautan yang luas.
"Perahu Nabi Nuh" yang tidak lagi berlayar dan tetap tegak bersandar di atas atap rumah Abasiah di gampong Lampulo. Bahkan, tidak bertuan. Kini, tempat itu dijadikan sebagai salah satu aset wisata peninggalan tsunami.
"Perahu itu menjadi salah satu objek wisata yang memiliki makna sebagai peringatan Allah, karena dengan melihat ini orang bisa berpikir tentang kekuasaan Sang Maha Pencipta yang tiada tara," kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal.
"Rumah boat" atau "Perahu Nabi Nuh" yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Banda Aceh itu saat ini menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan. Tidak hanya warga nusantara, tapi juga turis asing. Selain menyaksikan bukti fisik, para wisatawan juga bisa mendengarkan kisah-kisah unik dan ajaib dari peristiwa tsunami enam tahun silam dari korban selamat di "Rumoh Boat" atau "Perahu Nabi Nuh" itu.
Keusyik (Kades) Gampong Lampulo Alta Zaini mengatakan, warganya sudah siap menerima wisatawan yang akan berkunjung ke situs tsunami tersebut. "Perahu Nabi Nuh" yang kini bersemayam di lantai dua rumah Abasiah itu memiliki sekitar 18 meter, berkonstruksi kayu, dan kini telah dibangun tangga untuk mencapai bagian dalam boat tersebut.(ANT/SHA)
Beberapa nelayan yang bertelanjang dada asyik merajut jaring di atas kapal. Tidak ada aktivitas kapal berlayar di Krueng Aceh pada Ahad, 26 Desember 2010.
"Pak, kenapa tidak ada boat berlayar pagi ini, lazimnya aktivitas nelayan yang pulang atau pergi melaut untuk menangkap ikan pada pagi hari seperti di daerah lain," tanya penumpang becak motor yang mengaku dari Jakarta dan tengah mengisi liburan akhir tahun di Banda Aceh.
"Hari ini, para nelayan seluruh Aceh tidak melaut untuk mengenang kembali peristiwa tsunami enam tahun silam," kata Usman, pengemudi becak motor itu.
Mata wisatawan itu tertuju pada sebuah rumah yang di atasnya terdapat seunit perahu tidak beda dengan boat-boat yang bersandar di TPI Lampulo tersebut. "Kapal nelayan yang ada di atas rumah warga itu merupakan salah satu bukti tsunami dan orang-orang menyebutnya sebagai `perahu Nabi Nuh` yang terhempas gelombang laut enam tahun silam," kata Usman.
Saksi enam tahun lalu menyebutkan, 59 warga di atas kapal ikan nelayan yang terhempas ke daratan terselamatkan saat tsunami, 26 Desember 2004. Dan kisah para korban tsunami itu tertuang dalam sebuah buku saku yang ditulis oleh 10 dari 59 orang yang menjadi penumpang perahu nelayan tersebut, enam tahun silam. Buku saku itu berjudul Mereka Bersaksi.
Abasiah, salah seorang korban selamat, mengisahkan, saat tsunami menjangkau permukimannya di Lampulo dengan ketinggian lebih dari satu meter, tiba-tiba perahu nelayan itu muncul di hadapannya. "Waktu itu, kami sekeluarga yang masih berada di dalam rumah langsung ke luar, dan tanpa pikir panjang memanjat kapal yang sudah berada di hadapan kami," katanya.
Karena air laut yang mencapai daratan terus meninggi, sebagian warga keluar melalui atas rumah untuk mencapai kapal nelayan itu. "Itu kapal bersejarah dan telah banyak warga terselamatkan dari tsunami," kata Abasiah.
Abasiah, warga Lampulo yang rumahnya berdekatan dengan TPI itu menceritakan awal "perahu Nabi Nuh" tersebut bertengger di atas atap rumah permanen miliknya. "Awalnya, saya mengira perahu itu sengaja didatangkan untuk menyelamatkan orang-orang dari amukan air laut menerjang permukiman penduduk," katanya.
Di dalam rumah permanen yang kini masih bersemayam "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah tidak sendiri ketika tsunami sebab ada anak-anaknya yaitu Agin, Ghazi, Thoriq, Zalfa, dan seorang putri angkatnya, Yanti.
"Dari jendela lantai atas, saya melihat banyak boat ikan yang hanyut di depan rumah dengan kecepatan tinggi, seperti mobil-mobilan yang ditarik mundur lalu dilepaskan," ujar Abasiah.
Abasiah mengisahkan, saat itu mereka yang berada di lantai dua bangunan rumahnya, terus berdoa dan berzikir seraya saling meminta maaf karena "akan berakhirnya sebuah kehidupan". "Waktu itu tidak ada tangis, tapi wajah-wajah ketakutan sambil terus berdoa dan berzikir berharap hanya ada pertolongan dari Allah, jika memang kami masih diberi kesempatan untuk hidup," katanya.
Setelah semuanya berada di atas "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah dan orang-orang lainnya terus mengaji, berdoa, berzikir kepada Allah, selain menyaksikan kehancuran akibat diamuk tsunami, 26 Desember 2004. "Kami melihat kapal cepat yang membawa penumpang Pulau Sabang-Banda Aceh tidak bisa berlabuh dan helikopter terbang di atas," katanya.
Saksi peristiwa tsunami lain, Samsuddin Mahmud, mengaku bahwa ia dan beberapa orang tetangga merupakan rombongan pertama yang naik ke atas "perahu Nabi Nuh" itu. "Awalnya kami mengira bahwa perahu ini sengaja didatangkan oleh `malaikat` untuk menyelamatkan orang-orang," kisahnya.
Sebelum menaiki perahu itu, Samsuddin yang sudah berada di lantai dua rumah tetangganya mengaku ketinggian di lantai tersebut lebih satu meter dan bewarna hitam pekat. "Ketika saya sudah berada di lantai dua rumah milik tetangga, air sudah sebahu. Kemudian, tiba-tiba terlihat perahu itu dan kami langsung berebut menaikinya," katanya.
Kisah korban selamat lainnya, Erlina Mariana Rosada Sari, mengisahkan bahwa sewaktu dalam boat tersebut, sempat gelombang laut silih berganti menerjang daratan dan dalam waktu bersamaan guncangan gempa masih terasa. "Orang-orang di dalam perahu ini terus mengumandangkan azan dan berdoa. Hanya doa dan zikir yang bisa kami lakukan saat tsunami itu," katanya.
Erlina menyatakan, dari atas perahu itu menyaksikan rumahnya luluh-lantak dan daratan tanpa bekas karena sudah dipenuhi air keruh. Ibarat hamparan lautan yang luas.
"Perahu Nabi Nuh" yang tidak lagi berlayar dan tetap tegak bersandar di atas atap rumah Abasiah di gampong Lampulo. Bahkan, tidak bertuan. Kini, tempat itu dijadikan sebagai salah satu aset wisata peninggalan tsunami.
"Perahu itu menjadi salah satu objek wisata yang memiliki makna sebagai peringatan Allah, karena dengan melihat ini orang bisa berpikir tentang kekuasaan Sang Maha Pencipta yang tiada tara," kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal.
"Rumah boat" atau "Perahu Nabi Nuh" yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Banda Aceh itu saat ini menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan. Tidak hanya warga nusantara, tapi juga turis asing. Selain menyaksikan bukti fisik, para wisatawan juga bisa mendengarkan kisah-kisah unik dan ajaib dari peristiwa tsunami enam tahun silam dari korban selamat di "Rumoh Boat" atau "Perahu Nabi Nuh" itu.
Keusyik (Kades) Gampong Lampulo Alta Zaini mengatakan, warganya sudah siap menerima wisatawan yang akan berkunjung ke situs tsunami tersebut. "Perahu Nabi Nuh" yang kini bersemayam di lantai dua rumah Abasiah itu memiliki sekitar 18 meter, berkonstruksi kayu, dan kini telah dibangun tangga untuk mencapai bagian dalam boat tersebut.(ANT/SHA)
Langganan:
Postingan (Atom)
